Mengenal Pentingnya Ilmu Rijal

ilmu rijalIlmu Rijal adalah Ilmun Yubhats ‘an ahwȃli rawwȃtilhadȋts allati laha dakhlun fi jawȃzi qabȗli qaulihim wa ‘adamihi ( Ilmu yang membahas keadaan rawi hadits yang mana dari keadaan rawi tersebut bisa dinilai kebolehan menerima atau tidak menerima perkataannya), jadi ilmu ini membahas keadaan para rawi hadits dari sisi kehidupan, guru-gurunya, murid-muridnya, zamannya dan juga membahas tentang sifat-sifatnya dari sisi keadilan dan ketidak adilannya, ketsiqahan dan ketidaktsiqahannya dll. Ilmu rijal dan ilmu dirayah merupakan dua ilmu yg saling berkaitan satu sama lainnya yang saling berkaitan kedua-duanya, dan memiliki tujuan yang sama yakni mengetahui hakikat hadits. Perbedaan diantara keduanya adalah, didalam dirayah dipelajari sanad riwayat yakni runutan atau rantai rawi yg ada dalam riwayat seperti mengetahui sanadnya terhubung, terputus, sahih, dhaif, mursal dll, akan tetapi ilmu rijal membahas satu persatu rawi yg dimaksud. Baca lebih lanjut

Iklan

Ayat Ikmaluddin bukan di Arafah

Ayat Ikmaluddin  bukan di Arafah

(Menjawab subhat Ghadir Khum)

Pendapat yang mengatakan Ayat ikmaluddin dan ayat tabligh (al-maidah ayat 3) itu di Arafah bukan di Ghadir khum adalah pendapat Ibn Taimiah dan Ibn Katsir, pada intinya syubhat tersebut ada pada saat turunnya ayat ikmaluddin

Ayat 3 Surat Alamaidah :

اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا

Ayat itu turun di arafah

Jawaban :

Baca lebih lanjut

Dialog Muharam Wahabi dan Syiah

Dialog Muharam Wahabi dan Syiah

(Peristiwa Karbala)

 

Kang Akmal  (Wahabi) :

RIWAYAT SHAHIH TENTANG PERISTIWA KARBALA
Riwayat yang paling shahih ini dibawakan oleh Imam al-Bukhâri, no, 3748 :

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنِي
حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ
مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أُتِيَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ بِرَأْسِ
الْحُسَيْنِ فَجُعِلَ فِي طَسْتٍ فَجَعَلَ يَنْكُتُ وَقَالَ فِي حُسْنِهِ شَيْئًا
فَقَالَ أَنَسٌ كَانَ أَشْبَهَهُمْ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ وَكَانَ مَخْضُوبًا بِالْوَسْمَةِ Baca lebih lanjut

Keyakinan Imam Mahdi Keyakinan Umat Islam

Keyakinan Imam Mahdi

 Keyakinan Umat Islam

Bag I

                                                                     Kepemimpinan

Pendahuluan

Manusia diberikan akalnya oleh Allah untuk berpikir mencari hakikat hidup ini. Dari mana kita hidup, bagaimana caranya hidup dan hendak kemana kita hidup. Pertanyaan itu selalu timbul dalam benak manusia yang tak kan pernah putus kecuali mencari jawabannya. Allah Maha Penyayang dan Pengasih, serta Maha Pemberi Petunjuk, tidak mungkin kebutuhan manusia tersebut tidak Allah sediakan di muka bumi ini sebagai konsekwensi dalam penciptaan manusia. Oleh sebab itu diutuslah para nabi as sebagai pembimbing manusia dan mengajarkan kebagaimanaan dalam hidup yang selaras dengan fitrah yang Allah ciptakan supaya kehidupan ini lebih baik bukan lebih merusak.

Baca lebih lanjut

Maqam Rasul saww dan Ahlulbaitnya as lebih Tinggi dari Maqam Para Nabi as Sebelumnya

Maqam Rasul saww dan Ahlulbaitnya as lebih Tinggi dari

Maqam Para Nabi as Sebelumnya

Oleh : Zen

Maqam seseorang menunjukkan keutamaannya, Rasulullah saw adalah makhluk yang paling sempurna yang tidak ada lagi maqam diatasnya kecuali Allah Swt. Sebagai salah satu ciri dalam agama Islam adalah memiliki seorang Nabi dan pemimpin yang paling tinggi maqamnya dari berbagai macam sisi, dari sisi keilmuannya, kesabarannya, keubudiyahannya, dll. Inipun menjadi kebanggaan bagi Umat Islam seluruhnya dengan memiliki Nabi dan pemimpin yg berkedudukan yang sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari para nabi sebelumnya.

Baca lebih lanjut

Dalil kana anggapan penghapusan hukum nikah Mutah (Bag V)

Sesi ka lima

Dalil kana anggapan penghapusan hukum nikah Mutah

Sareng Jawabanna

Lamun ku urang dibagi anggapan penghapusan hukum ieu bisa dibagi kana dua bagian :

1. Zaman ti nabi keneh tos dihapus, tapi hal ieu bertolak belakang jeung keterangan sahih dina tafsir jeung dina riwayat yen pelarangan eta terjadi setelahna (zaman Umar), lamun ditilik tina hadits na seueuer anu dhaif tina sanadna bahkan tina matanna, walaupun sabagean ngasahihkeunana, ngan teu aya faedahna ku jumlah riwayat anu bertolak belakang jeung hadits eta.

2. Pelarangan eta terjadi di zaman Umar bin Khatab (khalifah kadua), permasalahan bijil tidieu, dina pembahasan quran , yen kumaha bisa quran dinasakah ku sahabat, bahkan ku nabi pun teu bisa, quran kudu dinasakh ku quran deui.

Baca lebih lanjut

Keterangan Para tabiin jeung ulama suni kana Nikah Mutah (Bag IV)

Sesi ka opat

Keterangan Para tabiin jeung ulama suni kana Nikah Mutah

 

1. Malik Ibn anas  (pengasas mazhab Maliki) (Wafat 179 H)

Keterangan dicandak ti sarkhasi anu mazhab Hanafi nyarios kieu :

تفسير المتعة ان يقول لأمرأة : استمتع بكِ بكذا من المدّة بكذا من المال، و هذا باطل عندنا، جائز عند مالك بن أنس ، و هو من قول ابن عباس

Tafsir nikah Mutah ku nyarios kie ka awewe anu bade di mut’ah : nikah mut’ah ku (mahar sekian) dina waktu sakian , mazhab kami ngayakinan teu sah, tapi mazhab Malik Ibn anas ngahalalkeun eta dicandak dina qaul (riwayat) Ibn Abbas.

(Almabsuth , jilid 5, hal 152)

Baca lebih lanjut