Tinjauan surat Al-ahzab 33 Bag I

Siapakah Ahlulbait

(Tinjauan surat Al-ahzab 33)

Bagian I

 

Pendahuluan

Ahlulbait secara harfiah  mengandung arti ahli rumah, atau keluarga. Atau famili. Akan tetapi Ahlulbait yang terdapat di dalam Al-Quran Al-Ahzab 33 mengandung makna khusus yang menyisyaratkan kepada orang-orang yang suci dan orang-orang yang terjaga dari , dosa. Bebeberapa pendapat mengenai ahlulbait ini, dari yang pling lemah sampai yang paling kuat. Diantaranya ada yang berpendapat bahwa Ahlulbait nabi adalah istri-istri nabi saja, dengan dalih dihubungan dengan kalimat sebelumnya dalam ayat tersebut, ada juga yang berpendapat Ahlulbait adalah Ahli Kisa yang didalamnya terdapat Imam Ali as, Sayyidah Fatimah as, Hasan as, dan Husein as. Di dalam makalah singkat ini kita coba meneliti dari berbagai tafsir yang ada untuk menjelaskan hakikat ahlulbait tersebut.

Ahlulbait di dalam ayat Al-Ahzab 33:

وَ قَرْنَ في‏ بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجاهِلِيَّةِ الْأُولى‏ وَ أَقِمْنَ الصَّلاةَ وَ آتينَ الزَّكاةَ وَ أَطِعْنَ اللهَ وَ رَسُولَهُ– إِنَّما يُريدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَ يُطَهِّرَكُمْ تَطْهيراً

dan hendaklah kamu menetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan rasul-Nya. Sesungguhnya Allahbermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan menyucikan kamu sesuci-sucinya.

Dalil :

A. Kajian AL-Quran

1. Ayat diatas sekilas terlihat mukhatabnya (orang yang diajak bicaranya) nya satu arah saja yaitu tentang istri-istri nabi, tetapikalau kita terliti lebih dalam lagi kita bisa melihat Jauh perbedaan antara baris pertama dengan baris kedua. Coba perhatikan dhamir (kata ganti) untuk istri2 nabi disebutkan Kunna yaitu kata ganti untuk perempuan banyak.

وَ قَرْنَ في‏ بُيُوتِكُنَّ

Tetapi baris kedua menggunakan dhamir mukhatabnya KUM  عَنْكُمُ kata ganti untuk jamak laki-laki termasuk bisa didalamnya perempuan.

Dari kedua dhamir tersebut terjadi perbedaan mukhatab diantara kedua dhamir tersebut , sehingga meniscayakan adanya dua permasalahan walaupun dalam satu ayat.

2. potongan ayat bagian pertama:

dan hendaklah kamu menetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan rasul-Nya

ayat ini menyatakan Bahwa Allah Memerintahkan kepada Istri-istri nabi untuk tidak bertingkah seperti prilaku jahiliah dan perintah shalat , zakat dan ketaatan kepada Allah dan rasulnya.

Bagian kedua:

Sesungguhnya Allahbermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan menyucikan kamu sesuci-sucinya.

Ayat ini mukhatabnya berbeda yaitu Ahlulbait yang dimaksud adalah yang suci sebagai contoh bagi kita semua manusia termasuk sebagai contoh bagi istri-istri nabi untuk mengikuti ahlulbait nabi.

Disana dikatakan ‘an rizsa bukan min dimaksudkan bahwa Ahlulbait memang belum terkena najis, kalau min  dimungkinkan sudah ternena najis. Dan memuat juga makna penekakan bahwa Mereka itu Suci sesuci-suci nya artinya Maksum.

2. Mengenai masalah ayat baris sebelumnya atau bahkan ayat sesudahnya yang mengenai istri nabi , hal ini tidak bermasalah disisipi dengan Ahlulbait yang bukan mukhatab keduanya, hal seperti ini banyak sekali di dalam Al-Quran, dan hal ini tidak bertentangan dengan qaidah Baligh (dalam balaghah) . dan bentuk seperti ini dinamakan i’tiradh .misal :

Surat Yusuf 28-29

فَلَمَّا رَأى‏ قَميصَهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قالَ إِنَّهُ مِنْ كَيْدِكُنَّ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظيمٌ

28-Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang, ia berkata, “Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu (kaum wanita), sesungguhnya tipu dayamu adalah besar.

يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هذا وَ اسْتَغْفِري لِذَنْبِكِ إِنَّكِ كُنْتِ مِنَ الْخاطِئينَ

29- Hai Yusuf, berpalinglah dari ini, dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah.”

Hai Yusuf , berpaling dari ini , merupakan mu’taridhah atau ada diantara dua mukhatab ayat sebelumnya dan baris setelahnya.

3. Kata إِنَّما يُريدُ اللهُ لِيُذْهِبَ  menggunakan fi’il Mudhare dan hal ini meniscayakan bahwa Allah menjaga Ahlulbait sampai masa yang akan datang. Ditak mungkin Allah menjaga dan membersih kan sesuatu kalau sesuatunya tak ada, oleh sebab itu dengan memahami fiil mudhare ini kita bisa memaham bahwa sebuah keniscayaan bahwa Ahlulbait itu ada sampai dimana Alquan ada di dunia ini yakni sampai akhir zaman selalu ada ahlulbait yang dijaga dan dibersihkan oleh Allah

 

B. Kajian Riwayat sebagai Asbabunnuzulnya Ayat tersebut:

Banyak sekali Ulama suni yang menulis riwayat ini bahwa Ayat At-Tathir itu khusus diperuntukkan untuk ahli kisa diantaranya : Imam ali as, Sayyidah Fatimah as, Hasan as, Husein as. Dan hadits ini merupakan Mutawatir. Diambil dari

A. Ummu Salamah melalui :

1. Al-atha ibn Yasar,

Al-Hakim An-nisyaburi dalam Mustadrak ala shahihain[1] mengeluarkan haditsnya:

1. ((حدثنا ابو بكر أحمد بن سلمان الفقيه، وأبو العباس محمد بن يعقوب قالا: حدثنا الحسن بن مكرم البزار، حدثنا عثمان بن عمر حدثنا عبد الرحمن بن عبد الله بن دينار عن شريك بن أبي نمر، عن عطاء بن يسار عن أم سلمة قالت: في بيتي نزلت (إِنَّما يُريدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ) قالت: فأرسل رسول الله (صلى الله عليه وآله وسلم) إلى علي وفاطمة والحسن والحسين فقال: هؤلاء أهل بيتي)).

 

Berkata kepadaku Abu bakar Ahmad ibn Salman Alfaqih, dan Abu Al-‘Abas Muhammad ibn Ya’qub berkata : berkata Al-Hasan ibn Mukrim Albazzar, berkata kepada kami Utsman ibn Umar , berkata kepada kami Abdullah Arrahman ibn Abdullah ibn Dinar dari Syarik ibn Abi namir, dari ‘Atha ibn Yasar dari Ummu salamah berkata di rumahku (ummu salamah , turun ayat : Sesungguhnya Allahbermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait.

, berkata dia (ummu Salamah ): kemudian Rasulullah saww menunjuk Ali , Fathimah, al-hasan dan Al-Husein , dan berkata : mereka inilah Ahlulbaitku.

2. Syahr ibn Hausyab

Yang mengeluarkannya haditsnya At-Tabrani dalam Mu’jam Al-Kabir[2]

((حدثنا الحسين بن إسحاق، حدثنا يحيى الحماني، حدثنا أبو إسرائيل، عن زبيد عن شهر بن حوشب، عن أم سلمة: أن الآية نـزلت في بيتها (إِنَّما يُريدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهيراً) ورسول الله (صلى الله عليه وآله وسلم) وعلي وفاطمة والحسن والحسين فأخذ عباءة فجللهم بها ثم قال: اللهم هؤلاء أهل بيتي فأذهب عنهم الرجس وطهرهم تطهيرا فقلت وأنا عند عتبة الباب: يا رسول الله وأنا معهم؟ قال: إنك بخير وإلى خير)).

Berkata kepada kami Al-Husein ibn Ishaq, berkata kepada kami Yahya Alhamani, berkata kepada kami Abu Israil, dari Zabir dari Syar HAusyab dari Ummu Salamah, sesungguhnya ayat ini turun di rumahnya (Ummu Salamah ) :Sesungguhnya Allahbermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan menyucikan kamu sesuci-sucinya. Kemudian Rasulullah saww mengambil Jubahnya dan menyelimuti Ali , Fatimah, Al-Hasan dan Al-Husein , kemudian Rasul bersada : YA Allah merekalah Ahlulbaitku , jauhkanlah dari mereka segala kekotoran dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya. Ketika itu saya (Ummu salamah ) sedang di ambang pintu dan berkata : YA rasulullah apakah saya juga bersamamu ? , berkata rasulullah saww.: (tidak) tapi engkau adalah orang baik menuju kebaikan.

 

Tabari dengan riwayat ini mengeluarkan juga di dalam tafsirnya[3], dan ibn Asakir dalam Tarikh Damisk[4]

 

3. Abu Laila

Yang mengeluarkannya Ahmad ibn Hanbal dalam Musnadnya[5] serupa dengan hadits diatas

4. Al-Hakim ibn Sa’ad

Ang mengeluarkannya At-Tabrani di dalam Mu’jam Kabirnya[6]

 

Dan masih banyak lagi yang meriwatkan hadits tersebut yang berujung pada Ummu Salamah

 

B. Sa’ad ibn Abi Waqash

Yang dikeluarkan oleh An-Nasai dalam As-sunan Al-Kubra[7].  Dan Juga Oleh Ahkim An-Nisyaburi dalam Mustadrak ala shahihain[8]dan masih banyak yang lainnya.

 

Hadis yang meriwayatkan Ahlulbait tersebut sudah mencapai tingkat mutawatir di dalam kitab2 Suni apalagi di dalam kitab-kitab Syiah.

 

 

 

 

 

Bagian II

 

(Ahlulbait Bukan Istri-istri Nabi)

 

Para shahabat nabi meriwayatkan Bahwa Ahlulbait adalah Ali , Fatimah, Hasan dan Husein, seperti sebutkan oleh  :

1. Ummu Salamah (telah dijelaskan pada bgian pertama)

2. Sa’ad ibn Abi Waqash (telah dijelaskan pada bagian I)

3. Umar ibn Abi Salmah yang , mengatakan hal yang sama bahwa ahlulbait nabi adalah Ali, Fatimah , Hasan dan husein , yang turun di rumah Ummu salamah, mengeluarkan hadits ini At-Tirmidzi[9] dan menyatakan shahih.

4. Abu Sa’id Al-Khudri , yang mengeluarkan hadits ini At_thabari[10] didalam tafsirnya.

5. Abdullah Ibn Abbas, yang mengeluarkannya Al-Hakim Nisyaburi di dalam Musadrak[11] danAhmad  ibn Hanbal[12]

6. Waatsilah ibn Al Atsqa’, yang mengeluarkan hadits ini  Ahmad ibn Hanbal[13]  dan ibn Hibban[14]

7. Abdullah ibn Ja’far , yang mengeluarkan haditsnya Al-Hakim Nisyaburi di dalam Mustadraknya[15]

 

Adapun hadits lain yang berlawanan dengan hadits mutawatir diatas diriwayatkan oleh ‘Iqrimah, yang terletak di dalam kitab tafsir Ibnu Katsir, [16]

 

Begini teksnya :

عن ابن أبي حاتم، قال: حدثنا علي بن حرب الموصلي حدثنا زيد بن الحباب، حدثنا الحسين بن واقد عن يزيد النحوي عن عكرمة عن ابن عباس رضي الله عنهما في قوله تعالى: (إِنَّما يُريدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهيراً) قال: نزلت في نساء النبي (صلى الله عليه وآله وسلم) خاصة))

 

Cukup kita lihat perawi yang digaris hitam sebagai terkenal makruf kedhaifannya , menurut ulama suni :

1. Al-Husein ibn Waqid , terkenal sebagai mudallis (pembohong)

Ad-Daruquthni dan Abu Ya’la Al-khalili mengatakan bahwa dia itu Pembohong (Mudallis)di dalam kitab rijalnya.[17], Ahmad ibn Hanbal pun menolaknya serta mengingkarinya.[18]

2. Ikrimah Al-Barbari , yang terkenal sebagai Pembohong

Berkata Sa’id ibn Musayb berkata kepada budaknya (Barad) , wahai Barad kenapa engkau , engkau berbohong kepadaku seprti halnya ikrimah berbohong pada ibn ‘Abas.[19]

Dan menegaskan pula Ali ibn Abdillah ibn abbas sesungguhnya dia (Ikrimah ) berbohong pada bapakku (Ibn Abbas)

Dan menolak pula Sa’id ibn Jabir Ibn Sirin dan mengatakan bahwa dia (Ikrimah) dari golongan Khawarij[20] yang tertolak, dan seperti kita ketahui bahwa khawarij pembenci Ali as dan Ahlulbait nabi as.

 

Oleh sebabi itu telah jelaslah siapa Ahlulbat nabi saww yang suci dan disucikan tersebut yang tak pernah salah selalu melaksanakan amanat kekeknya rasulullah saww.

Zen


[1] Al-Mustadrak ala shahihain 3/158 hadits ke-4705

[2] Al-Mu’jam Al-Kabir 23/333

[3] Tafsir Thabari  6/22

[4] Tarikh Damisyk 13/203-204

[5] Musnad ibn Handab 2/292, no-26551

[6] Al-Mu’jam AlKAbir 23/327

[7] As-Sunan Al-Kubra 5/107 no-8399

[8] Al-Mustadrak ala Shahihain 3/117 no 4575

[9] Shahih Sunan Tirmidzi Al-BAni 3/306 , no – 3205

[10] Tafsir At-Thabari  10/296 no 28487

[11] Almustadrak Ala Shahihain  3/143 no 4652

[12] Musnad Ibn Hanbal 1/330 no 3062

[13] Musnad ibn Hanbal  4/107, no 17029

[14] Sahih Ibn Hibban 15/432 no 6976

[15] Mustadrak Ala Shahihain 3/148

[16] Tafsir ibn Katsir 4/515

[17] Thabaqatul mudallisin 1/20, dan Asma’u l mudallisin 1/70

[18] AlMashdar Shabiq mengenai Al-husein ibn Waqid

[19] Tahdzib At-Tahdzib 7/238, Tahdzib AlKamal 7/213

[20]  Tahdzib At-Tahdzib 7/238, Tahdzib Al-Kamal 7/213-214

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: