Sahih Bukhari Tidak Sahih

Sahih Bukhari Tidak Sahih

 

Keberadaan hadits dimanapun itu berada baik itu kitab rujukan syiah maupun suni memiliki kandungan hadits yang sahih ataupun yang tidak sahih, begitupun keberadaan hadits bukhari muslim ini yang diyakini secara buta sebagai kitab hadits sahih 100% .

Sebagian mengklaim bahwa Sahih bukhari adalah kitab kedua setelah alquran, walaupun perlu kita ketahui sebagian dari ulama sunipun menggugat dan meragukan kesahihan secara keseluruhan dalam kitab ini mari kita bagi pembahasan menjadi dua, pertama pendapat ulama suni sendiri dan kedua matan dari kitab sahih bukhari yang banyak bertentangan dengan Quran bahkan menghina kehormatan Islam:

a- beberapa pendapat ulama suni mengenai beberapa misal saja ketidak sahihan hadits dalam bukhari atau muslim:

  1. Hadits yang dikeluarkan Bukhari mengenai hadits Khitbah nabi saww, Setelah pernikahan nabi dengan aisyah dimulai, berkatalah Abu bakar : إنما أنا أخوك

Alhafidz ibn Hajar di dalam kitab Feidh Alqadir 1/24 berkata mengenai hadits ini :

قال مغلطاي: في صحّة هذا الحديث نظر…

Kesahihannya masih dipertimbangkan

  1. Mengenai Syafaah Nabi Ibrahim Alkhalil as untuk bapaknya yag dikeluarkan Bukhari  , Alhafidz ibn Hajar berkata di dalam kitab Fathul bari 11/26 :

قد استشكل الاسماعيلي هذا الحديث من أصله وطعن في صحّته

Sungguh Ismail telah mempermasalahkan hadits ini dari keasliannya dan mencela kesahihannya.

  1. Di dalam kitab Bukhari juga mengenai hadits doa nabi saww untuk turunnya hujan , kemudian nabi berdoa :  اللهم حوالينا ولاعلينا

Membatalkan kesahihan hadits tersebut dari para pembesar ahli hadits seperti Badruddin al’aini penulis ( ‘umdatul Qari fi Syarh Albukhari) ,Dimyati, Ad-dawudi ,Abi Abdil malik dan Al-Karmani penulis ( Alkaukab Ad-darari fi Syarhi Sahih Bukhari), bisa dilihat dalam kitab Umdatul Qari fi Syarh Albukhari. Bahkan Alhafidz ibn hajar yang terkenal pembela hadits-hadits Bukhari, mengatakan : …dengan  tarjamah Asbath ibn Nashr , sebagai perawi hadits yang dimaksud..:

هو حديث منكر

hadits tersebut adalah Munkar”. Hal ini bisa dilihat dalam kitab tahdzib-attahdzib 1/212

  1. Di dalam kitab Bukhari dan muslim juga mengenai hadits شريك mengenai Isra nabi saww yang dimana turun padanya : وذلك قبل أنْ يوحى إليه

Nawawi dalam kitab alminhaj fi sahih Muslim 2/65-66, berkata : هو غلط لم يوافق عليه

Dan Alkarmani di dalam syarahnya juga Alkawakib ad-durari 25/204 mengatakan hal serupa , dan ibnu qayyim aljauzi juga mengatakan :

قد غلّط الحفّاظ شريكاً في ألفاظ حديث الاسراء

Bisa dilihat di dalam kitab Zadul ma’ad fi hadi kheir al’ibad 2/49

  1. Yang dikeluarkan oleh bukhari pula mengenai Rajm kera yang berzinah, ibnu Hajar di dalam Fathul albari 7/127 berkata :

قد استنكر ابن عبد البر قصّة عمرو بن ميمون هذه وقال: فيها إضافة الزنا إلى غير مكلَّف وإقامة

 الحدّ على البهائم، وهذا منكر عند أهل العلم

Ibnu Abdul bar mengingkari kisah Umar ibn maimun ini dan berkata : padanya idhafah Az-Zina kepad selain mukallaf dan melaksanakan hukum Had pada hewan, hal tersebut ditolak oleh Ahli ‘Ilmu.

Masih banyak misal2 lainnya dalam syarah mereka yang mengingkari sebagian dari hadits2 bukhari dan muslim, oleh sebab itu para pembesar ulama suni pun tidak meyakini kebenaran 100% akan kesahihan kedua kitab hadits tersebut.

b- Adapun mengenai matan yang secara jelas, bagi orang awam pun dapat memahami betapa tidak sesuainya keberadaan hadits tersbeut untuk kehormatan Isalm, nabi, istrinya dan lainnya. Coba kita lihat hadits berikut sebagai contoh saja , saya bawakan beberapa hadits saja sebagai contoh :

  1.       … أخبرنى سالم سبلان قال: وكانت عايشة تستعجب بأمانته وتستأجره فارتنى كيف كان رسول اللّه صلى‏الله‏عليه‏و‏سلم يتوضأ… وغسلت وجهها ثلاثا ثمّ غسلت يدها اليمنى ثلاثا واليسرى ثلاثا ووضعت يدها في مقدم رأسها ثمّ مسحت رأسها مسحة واحدة إلى مؤخره ثمّ امرت يديها بأذنيها ثمّ امرت على الخدين. قال سالم: كنت آتيها مكاتبا ما تختفى منى فتجلس بين يدى وتتحدث معى

…Dia (Aisyah) mencuci wajahnya tiga kali kemudian membasuh tangannya yang kanan tiga kali dilanjutkan dengan kirinya tiga kali kemudian menaruh tangannya di depan kepalanya kemudian mengusap kepalanya sekali sampai ke ujung(kepalanya) kemudian melewatkan kedua tangannya ke kedua telinganya, kemudian melewatkannya pada pipinya. Salim berkata : aku datang kepadanya sebagai (budak mukatib) tidak tertutup dariku (hijabnya) kemudian dia duduk didepanku dan berbincang-bincang denganku.

Bayangkan bagaimana bisa seorang Istri nabi melakukan hal demikian walaupun kepada budak mukatibnya… sungguh ini adalah sebuah fitnah dan tak mungkin hal ini terjadi padanya.

  1. حدثنا أبو المغيرة عبد القدوس بن الحجاج حدثنا الأوزاعي حدثني عطاء ابن أبي رباح، عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم تزوج ميمونة وهو محرم

Abu Al Mughirah Abdul Qudus bin Al Hajjaj telah menceritakan kepada kami bahwa dia berkata telah menceritakan kepada kami Al Awzai yang berkata telah menceritakan kepada ku Atha’ bin Abi Rabah dari Ibnu Abbas RA bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW menikahi Maimunah dalam keadaan ihram.

 

Bagaimana orang bisa menikah dalam keadaan ihram tidak ada mazhab satupun yang membenarkannya

Shahih Bukhari juz 3 hal 15 hadis no 1837

 

  1. 3.        

عَائِشَةَ قَالَت

وَكَانَ يَوْمَ عِيدٍ يَلْعَبُ السُّودَانُ بِالدَّرَقِ وَالْحِرَابِفي المسجد فَإِمَّا سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِمَّا قَالَ تَشْتَهِينَ تَنْظُرِينَ فَقُلْتُ نَعَمْ فَأَقَامَنِي وَرَاءَهُ خَدِّي عَلَى خَدِّهِ وَهُوَ يَقُولُ دُونَكُمْ يَا بَنِي أَرْفِدَةَ حَتَّى إِذَا مَلِلْتُ قَالَ حَسْبُكِ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ فَاذْهَبِي

Dari Aisyah ra., ia berkata:…. Hari itu adalah hari raya, dimana orang sudan bermain pedang dan perisai. Entah aku yang memintai atau barangkali Nabi sendiri yang mengatakan kepadakku:”Apakah engkau ingin melihat?”saya berkata:”Ya”. Aku disuruhnya berdiri dibelakangnya dan pipiku dekat dengan pipi beliau, Dia berkata;lagi !Lagi..! Bani Afrida!”Akhirnya aku bosan melilhat. Beliau bersabda:”Sudah cukup?”Aku berkata:”Cukup.”Beliau bersabda:”Kalau begitu, pergilah.”

 

Bisa anda lihat dalam sahih muslim jilid 1 bab Arrukhshah fi lla’bi atau dalam sahih bukhari bab allahwi bilhirab.

 

Billah alaikum wahai teman-teman semua apakah kita ridha bahwa hadits ini dinisbatkan kepada rasulullah saww:

Jikalau Istri anda mengatakan kepada orang lain dan membawa istri anda kedepan umum ketika orang ramai berpesta apalagi di dalam mesjid, dan istri anda menempelkan pipinya dengan anda didepan umum seperti raja …sungguh ini seperti halnya kisah raja romawi atau kisah muawiyah yang sedang melihat pesta di depan umum yang dibarengai para selirnya… hal ini jauh dari sifat dan akhlak para nabiullah dan istri nabi.

 

Masih banyak perihal-hadits2 yang bertentangan dengan Quran secara matannya.

Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi kita untuk terus meneliti keberadaan hadits tersebut dan tidak fanatik tanpa alasan akan semua hal itu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: