Riwayat Kitabullah Wa Sunnati Sahih?

Kitabullah wa itrati

Di dalam bagian ini kita akan membahas perihal hadits yang selama ini banyak diagung-agungkan oleh sebagian kalangan sebagai rujukan yang sangat penting mengenai hadits : aku tinggalkan kepad kalian dua pusaka yang berat kitabullah dan sunnati , akan tetapi di sebagian tempat lain ditemukan dengan jumlah yang banyak dengan redaksi hampir sama tetapi berbeda kitabullah dan Itrati ahlulbaiti. Dimanakah lafadz yang asli apakah Sunnati atau Itrati. Lalu Mengapa kita perdebatkan kedua bentuk lafadz ini?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut mari kita bagi pembahasan kepada tiga bagian pembahasan yang dimana rujukannya HANYA kitab-kitab suni (ahlussunnah):
1. Riwayat yang menyebutkan lafadz Sunnati dan kualitas haditsnya.
2. Riwayat yang menyebutkan lafadz itranti ahlulbaiti dan kualitas haditsnya
3. Kesimpulan dan pandangan umum dari hal tersebut.

Riwayat Kitabullah wa sunnati dan Kualitas Hadits
(Bagian I)

Hadits Kitabullah wa sunnati merupakan hadits JARGON yang dipakai oleh sebagian kalangan untuk mengklaim golongannya dengan penafsiran masing-masing di dalam lafadz Sunnah nabi. Hadits masyhur di kalangan para Da’i bahkan di kalangan para aktifis Islam dalam menyuarakan Qur’an dan sunnah nabi, memang pada dasarnya tidak ada yang menafikan bahwa kita sebagai umat islam harus mengikuti sunnah nabi, akan tetapi yang menjadi permasalahan disini adalah penafsiran terhadap sunnah tersebut dikarenakan lafadznya yang umum atau digantikan dari lafadz aslinya. Oleh sebab itu kita sebaiknya meneliti lebih dalam tentang keaslian hadits tersebut , apakah lafadz yang sahih adalah sunnati atau itrah ahlulbaiti.
Sebelum kita membahas lebih lanjut, sebaiknya kita mengetahui sumber hadits tersebut terletak di mana dan siapa yang pertama mengemukakan hadits tersebut. Hadits JARGON tersebut hanya terdapat dalam kitab dibawah ini sebagai rujukan :
1. Almuwatha (Imam Malik) yang diriwayatkan oleh Malik Ibn anas
2. Sirah An-Nabawiah Riwayat Ibn Hisyam
3. Mustadrak ala shahihain Riwayat Alhakim An-Nisaburi
4. Sunan Al-Kubra riwayat albaihaqi
5. At-Tamhid lama fil muwatha linalma’ani walasanid riwayat Abdul Barr
6. Al-Jami’ As-Shaghir riwayat As-Suyuthi
7. Al-Ilma’ ila Ma’rifah ushul Ar-Riwayah wa taqyid as-sima Riwayat AlQadhi ayadhi
8. Kanzul’amal Riwayat Almuttaqi hindi

A. Kitab Almuwatha no 1594 , Imam Malik

وحدثني عن مالك انه بلغه ان رسول الله صلى الله عليه و سلم قال :تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما كتاب الله وسنة نبيه

Berkata kepada kami dari Malik sesungguhnya hadits tersebut sampai padanya sesungguhnya rasulullah saw, bersabda : aku tinggalkan pada kalian dua perkara dimana kalian tak akan tersesatkan jikalau kalian berpegang pada keduanya Kitabullah dan sunnah nabiNya.
Kecacatan Hadits :
1. Kecacatan Umum Hadits :
a. Hadits tersebut tidak dimasukkan dalam kitab hadits Mu’Tabar Suni dalam Kitabussittah, sehingga hadits tersebut tidak dianggap sahih pada kitab yang enam.
b. Hadits tersebut tidak dimasukkan dalam kitab Masanid suni mu’tabar seperti Musnad Ahmad ibn Hanbal.
2. Kecacatan Kitab al-Muwatha :
a. Kasyif Ad-dzunun berkata (dalam kitab Kasyfudzunun 2/724) : Padanya banyak yang mursal ( secara umum bermakna perawinya tidak sampai ke asal pembicara atu ada yg terhapus sebelumnya)
b. Suyuti Berkata (Tanwir Alhawalik 1/9) :
…و فيه ثلاثمائة و نيّف مرسلاً، و فيه نيّف و سبعون حديثاً قد ترك مالك نفسه العمل بها، و فيه أحاديث ضعيفة وهّاها جمهور العلماء.
Di Dalamnya (Almuwatha) terdapat 300 lebih hadits Mursal , dan didalamnya juga lebih dari 70 hadits telah ditinggalkan (tidak dipakai) oleh Malik sendiri , dan didalamnya hadits-hadits yang dhaif …
3. Kecacatan Rijal :
Tarjamah Malik, Malik ibn Anas maqduh dan majruh (ada cacat)
– Termasuk kaum khawarij, seperti yang dikatakan Abu Al-‘Abbas Al-mubarrid ( Al-kamil fil Adab 3/118
– Termasuk dari golongan mudallis (pembohong) seperti yang dikatakan Alkhatib albaghdadi ( Alkifayah fi ilmi ad-dirayah : 375)
– Bernyanyi (yataghanni) dengan alat , sepeti yang dikatakan Abu Alfaraj Isfabahani (Al-Aghani 2/231)
4. Permasalahan sanad , dimana diatas bisa dikatakan tidak ada sanad padanya atau mursal.

• Kesimpulan : Kitab tidak bisa berhujjah dengan hadits ini dengan banyaknya kecacatan padanya.

B. Kitab As-Sirah An-Nubuwah 4/260 Riwayat Ibnu Hisyam
Dia menceritakan Khutbah Nabi saw di Haji Wada’, dari Ibn Ishaq Nabi Bersabda :
وقد تركت فيكم ما إن اعتصمتم به فلن تضلوا أبدا أمرا بينا كتاب الله وسنة نبيه
( Sungguh Aku tinggalkan pada kalian dimana jikalau kalian berpegang dengannya tidak akan tersesat selamanya yaitu Kitabullah dan sunnah nabi-Nya)
Kecacatan Hadits:
1. Kecacatan Umum Hadits :
a. Hadits tersebut tidak dimasukkan dalam kitab hadits Mu’Tabar Suni dalam Kitabussittah, sehingga hadits tersebut tidak dianggap sahih pada kitab yang enam.
b. Hadits tersebut tidak dimasukkan dalam kitab Masanid suni mu’tabar seperti Musnad Ahmad ibn Hanbal.
2. Kecacatan Hadits
Hadits tersebut tidak ada sanadnya atau bisa dikatakan mursal.
3. Kecacatan Rijal
Ibn Ishaq tanggapan sebagian besar ulama mengenainya adalah maqduh wa majruh (cacat) , sebagian mengatakan mudallis (pembohong) (bisa dilihat dalam kitab Tarjamah rijaliah mengenai Ibn Ishaq)
وقال أحمد: كان ابن إسحاق يدلس إلا أن كتاب إبراهيم بن سعد إذا كان سماع قال: حدثني.
وإذا لم يكن، قال: قال.
قال: ليس هو بحجة.
Berkata ahmad : Ibnu Ishaq berbohong…..
Dan berkata pula : dia tidak bisa dijadikan hujjah (Sair A’lam An-Nubala, tarjamah Ibn Ishaq)
Dan masih banyak pernyataan lain mengenai kecacatan ibn Ishaq tersebut
*Kesimpulan : Hadits inipun tidak bisa dijadikan hujjah dengan banyaknya cacat padanya.

C. Kitab Mustadrak Ala shahihain 1/171-172 yang dikeluarkan oleh Alhakim An-Nisaburi
1. Dari Ismail Ibn abi Uwais
أخبرني إسماعيل بن محمد بن الفضل الشعراني، ثنا جدي، ثنا ابن أبي أويس، حدثني أبي، عن ثور بن زيد الديلي، عن عكرمة ، عن ابن عبّاس: إنّ رسول الله صلّى الله عليه و سلّم خطب الناس في حجة الوداع…إني قد تركت فيكم ما إن اعتصمتم به فلن تضلّوا أبداً كتاب الله و سنة نبيه صلّى الله عليه و سلّم…

Mengkhabarkan kepadaku Isma’il ibn Abi Uwais …dari ibnu Abbas : sesungguhnya rasulullah saww berkhutbah di depan manusia di Haji wada…sesungguhnu aku telah meninggalkan kepada kalian yang dimana kalian berpegang teguh padanya tak akan tersesat selamanya yaitu Kitabullah dan sunnah nabi-Nya saw.

1) Kecacatam Umum Hadits :

a. Hadits tersebut tidak dimasukkan dalam kitab hadits Mu’Tabar Suni dalam Kitabussittah, sehingga hadits tersebut tidak dianggap sahih pada kitab yang enam.
b. Hadits tersebut tidak dimasukkan dalam kitab Masanid suni mu’tabar seperti Musnad Ahmad ibn Hanbal.
2) Kecacatan Rijal hadits
a) Ismail ibn Abi Uwais (termasuk orang yang makruf kecacatannya)
Kita cukupkan penukilan Ibn Hajar asqalani dalam Tahdzib At-Tahdzib no 567 mengenainya, dia berkata :
– Muawiyah ibn shalih berkata dari ibn Mu’in : Dia dan Bapaknya sama-sama dha’if
– Darinya juga berkata : mencampur/merusak, berbohong, laitsa bisyai in
– Annasai berkata : Dha’if, gheir Tsiqat
– Ibn adi Berkata : diriwayatkan dari Khal nya banyak hadits yang gharib tidak ada yang mengikutinya satu orangpun.
– Ad-Daulabi dalam Ad-Dhu’afa : aku mendengar An Nasr ibn salmah Al-marwizi, berkata : Ibn Abi Uwais Kadzab (pembohong)
– Al-aqili dalam Ad-Dhu’afa : berkata ibn Abi Uwais لا يسوى فلسين
– Ad-Daruquthni berkata : Tidak ada yang memilih dia dalam sahih
– Ibn Hazm dalam Al-Mahalli : berkata Abu Alfath Al-Azdi berkata kepada ku saif ibn Muhammad sesungguhnya Ibn abi Uwais telah memalsukan hadits
b) Iqrimah maula ibn Abbas
Adzahabi dalam sair A’lam An-nubala Juz 5 bagian Ikrimah
– Dia adalah Khawarij
– Malik melihat keburukan ikrimah : tidak ada yang percaya dengan haditsnya

• Kesimpulan hadits yang dibawakan oleh Alhakim An-nisaburi ini tidak bisa dijadikan hujjah disebabkan perawi hadits ini banyak memiliki kecacatan

2. Dari shalih Ibn Musa Athalhi Alkufi

اخبرني أبو بكر بن إسحاق الفقيح ، أنبأ محمد بن عيسى بن السكن الواسطي، ثنا داود بن عمر و الضبّي، ثنا صالح بن موسى الطلحي، عن عبد العزيز بن رفيع، عن أبي صالح، عن أبي هريرة رضي الله عنه، قال : قال رسول الله صلّى الله علي و سلّم : إني قد تركت فيكم شيئين لن
تضلوا بعدهما : كتاب الله و سنّتي و لن يتفرّقا حتى يردا عليّ الحوض

…dari shalih ibn musa Athalhi … dari abi hurairah , berkata : rasululllah saw bersabda : Sesungguhnya aku tinggalkan padamu dua hal tidak akan tersesatkan setelah keduanya, Kitabullah dan sunnahku dan tidak akan terpisah keduanya sampai bertemu denganku di haudh.

1) Kecacatan Umum Hadits :
a. Hadits tersebut tidak dimasukkan dalam kitab hadits Mu’Tabar Suni dalam Kitabussittah, sehingga hadits tersebut tidak dianggap sahih pada kitab yang enam.
b. Hadits tersebut tidak dimasukkan dalam kitab Masanid suni mu’tabar seperti Musnad Ahmad ibn Hanbal.

2) Kecacatan rijal hadits
Dicukupkan keterangannya dengan nukilan dari Ibn Hajar asqalani dala Tahdzib At-Tahdzib 1/280-281 dan 3/270 mengenai perawinya shalih ibn Musa.
– Berkata ibn Mu’in : laitsa bi syai in
– Dan berkata pula : Shalih dan Ishaq kedua2nya putra Musa laisa bisyai, dan tidak ditulis hadits keduanya ( karena dhaifnya)
– Hasyim ibn Murtsid dari ibn Mu’in : bukan tsiqat
– Ibn Hatim dari bapaknya berkata : Haditsnya dha’if, haditsnya sangat munkar
Banyak yang mengingkarinya dari tsiqat.
– Al-Bukhari berkata : Munkar haditsnya dari sahil ibn Abi shalih
– An-Nasai berkata : Tidak diambil haditsnya karena dha’if, di tempat lainnya mengatakan haditsnya matruk (tertolak)
– Ibn Adi berkata : secara umum apa yang diriwayatkannya tidak ada yang mengikuti (mengambilnya) seorangpun, dan menurutku dia termasuk yang tidak dipercaya seorang pembohong, dan banyak kesalahan, dan banyak dari apa yang diriwayatkannya tidak ada seorangpun yang memperdulikannya.
– Al-aqili berkata : tidak ada yang mengikuti (mengambil) haditsnya seorangpun
– Ibn Hibban berkata : Tidak boleh berhujjah dengan (hadits) nya
– Ibu Na’im berkata : Matruk

• Kesimpulan : hadits ini pun tidak bisa dijadikan hujjah, karena banyak kecacatan perawinya

D. Kitab As-Sunan Alkubra 10/113 dari Al-baihaqi

1. Dari Ibn Abi Uwais
أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْحَافِظُ أَخْبَرَنِى إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْفَضْلِ الشَّعْرَانِىُّ حَدَّثَنَا جَدِّى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِى أُوَيْسٍ حَدَّثَنَا أَبِى عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ الدِّيلِىِّ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَطَبَ النَّاسَ فِى حَجَّةِ الْوَدَاعِ فَقَالَ :« يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّى قَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ فَلَنْ تَضِلُّوا أَبَدًا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ ».
…berkata kepada kami Ibn Abi Uwais…dari ikrimah dari ibn abbas ra, rasul bersabda : –hampir sama dengan sebelumnya yaitu hadits kitabullah da sunnahku—

Kecacatan Hadits :
1) Kecacatan Umum Hadits :
c. Hadits tersebut tidak dimasukkan dalam kitab hadits Mu’Tabar Suni dalam Kitabussittah, sehingga hadits tersebut tidak dianggap sahih pada kitab yang enam.
d. Hadits tersebut tidak dimasukkan dalam kitab Masanid suni mu’tabar seperti Musnad Ahmad ibn Hanbal.
2) Mengenai Ibn Abi Uwais dan ikrimah sudah disebutkan diatas dalam pembahasan kitab mustadrak dengan kecacatan mereka

*Kesimpulan : Hadits dalam kitab baihaqi juga tidak bisa dijadikan hujjah
2. Dari shalih ibn Musa At-thalhi
Kecacatan hadits :
1) Kecacatan Umum Hadits :
a. Hadits tersebut tidak dimasukkan dalam kitab hadits Mu’Tabar Suni dalam Kitabussittah, sehingga hadits tersebut tidak dianggap sahih pada kitab yang enam.
b. Hadits tersebut tidak dimasukkan dalam kitab Masanid suni mu’tabar seperti Musnad Ahmad ibn Hanbal.

2) Kecacatan rijal shalil ibn Musa At-Thalhi
hadits ini serupa dengan point Shalih ibn musa at-thalhi dalam kitab mustadrak yang terbukti kecacatannya tidak bisa dijadikan Hujjah.

E. Kitab At-Tamhid lama fil muwatha minal ma’ani wal asanid dari Ibn Abdilbar
1. Dari Shalih ibn Musa Athalhi
Sudah disebutkan dalam pembahsan sebelumnya tidak bisa dijadikan hujjah
2. Dari katsir ibn Abdillah
وحدثنا عبد الرحمن بن يحيى قال حدثنا أحمد بن سعيد قال حدثنا محمد بن إبراهيم الديبلي قال حدثنا علي بن زيد الفرائضي قال حدثنا الحنيني عن كثير بن عبد الله بن عمرو بن عوف عن أبيه عن جده قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما كتاب الله وسنة نبيه صلى الله عليه وسلم” .”
…dari Katsir ibn Abdillah …rasul bersabda : –seperti hadits diatas—
Kecacatan hadist :
1) Kecacatan umum yang telah disebutkan sebelumnya
2) Tarjamah katsir ibn Abdillah, kita cukupkan keterangan dari ibn hajar asqalani dalam tahdzib at-Tahdzib 8/367
– Abu thalib dari ahmad berkata : dia munkar hadits dan laitsa bi syai
– Abdullah ibn Ahmad berkata : ayahku menghina dan merendahkan hadits katsir ibn abdillah dalam musnad dan lam uuhadditsna anhu.
– Abu Haitsami berkata : Ahmad berkata : la yuhadits anhu syaian
– Ad-duri dari ibn Mu’in : dia dhaif hadits
– Marrah berkata : laitsa bisyai in
– Ad-Darimi dari Ibn Mu’in : laisa bisyai in
– Alajri berkata : ditanyakan abu Dawud darinya, dan berkata : dia adalah salahsatu kadzabiin (pembohong)
– Abi Hatim berkata : aku bertanya Aba Zar’ah darinya , berkata : Lemah haditsnya tidak kuat.
– Abu Hatim berkata : laista bil matin (tidak kuat)
– An-nasai dan daruquthni berkata : haditsnya matruk (tertolak)
– An-nasai dalam tempat lainnnyamengatakan : bukan tsiqat
– Ibn adi berkata : secara umum tidak ada yang mengikuti haditsnya
– Abu na’im berkata : Ali ibn Al-madini mendhaifkannya
– Ibn Sa’ad berkata : didhaifkan
– Alhakim berkata : diceritakan dari kakeknya sebuah tulisan (hadits) didalamnya banyak yang manakir (tertolak), kemudian As-Saji mendhaifkannya .
– Ibn Hajar mengatakan : As-Saji mendhaifkannya juga
– Ibn Abdil barr mengatakan : pendapat yang telah disepakati untuk medhaifkannya

• Kesimpulan : hadits ini jelas tidak bisa dijadikan Hujjah dikarenakan katsir ibn Abdillah telah disepakati oleh ahli hadits dhaif.

F. Kitab Al-Ilma’ ila ma’rifat ar-riwayah wa taqyid as-sima’ dari alqadhi al’iyadh
وقال عليه السلام فيما أخبرنا به القاضي الحافظ أبو علي الحسين ابن محمد رحمه الله قراءة مني عليه قال أخبرنا الشيخ الإمام أبو الفضل أحمد بن أحمد الأصبهاني قال أخبرنا أبو نعيم أحمد بن عبد الله الحافظ قال أخبرنا عبد الله بن محمد بن جعفر أخبرنا بنان بن أحمد القطان أخبرنا عبد الله بن عمر بن أبان أخبرنا شعيب بن إبراهيم أخبرنا سيف بن عمر عن أبان بن إسحق الأسدى عن الصباح بن محمد عن أبى حازم عن أبى سعيد الخدري قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم أيها الناس إنى قد تركت فيكم الثقلين كتاب الله وسنتى فلا تفسدوه وإنه لا تعمى أبصاركم ولن تزل أقدامكم ولن تقصر أيديكم ما أخذتم بهما
…mengkhabarkan kepada kami Syu’aib ibn Ibrahim, mengkhabarkan kepada kami saif ibn Umar , dari ishaq al-Asadi, dari as-Shubah ibn Muhammad…rasul saw bersabda : seperti hadits diatas
Kecacatan hadits :
1) Kecacatan Umum : telah disebutkan diatas
2) Kecacatan rijal hadits :
a. Syaib ibn Ibrahim dan saif ibn Umar , Ibnu adi (dalam lisan almizan 3/172) menganggap mereka cacat dan mengomentari : tidak makruf
b. Aban ibn Ishaq Alasadi : Azadi berkata (di dalam Tahdzib at-Tahdzib 1/85) haditnyanya matruk (tertolak)
c. As-Shubah ibn Muhammad Al-Ahmasi: di dalam tahdzib at-tahdzib dikatakan tidak meriwayatkan darinya kecuali At-Tirmidzi, dan hanya meriwayatkan sekali dari ibn Mas’ud sebuah hadits serta menganggapnya asing, serta berkata Al-Aqili di dalam haditsnya terdapat wahm (khayal) dan yarfa’u almauquf
d. Saif ibn Umar
Kita cukupkan keterangan dari Ibn Hajar Ats qalani dalam tahdzib at-tahdzib 4/268
– Ibn Mu’in berkata : Haditsnya dha’if
– Abu Hatim berkata : Haditsnya matruk
– Abu Dawud berkata : latsa bi syai in
– An-Nasai berkata : Dhaif
– Ad-Daruquthni berkata : Dhaif
– Ibn Adi berkata : dan umumnya munkar tidak ada yang mengambil hadistnya
– Ibn Hibban berkata : dia memalsukan hadits
– Ibn Hajar berkata : menuduhnya sebagai zindiqah (orang sesat)
– Albarqani berkata dari daruquthni : Matruk
– Alhakim berkata : dituduh sebagai zindiq

G. Kitab Jami as-Shaghir 1/197 dari As-Suyuthi
Sama seperti yang terdapat pada mustadrak ala shahihain dari Abu hurairah tertolak haditsnya.
H. Kanzul ummal 1/100 -107 dari Almuttaqi alhindi
Haditsnya asing menyalin sama dengan hadits yang telah disebutkan diatas.

*** Kesimpulan Akhir : Hadits kitabullah wa sunnati merupakan hadits yang dha’if dengan berbagai macam keterangan rijal hadits yang banyak kecacatannya, selain daripada itu juga ulama ahlussunnah tidak memandang hadist tersebut sebagai hadits yang asli dan shahih tidak dimasukkan dalam kitab sittah dan masanidnya.
Sehingga tidak tersisa lagi untuk bisa berhujjah dengannya
Akan tetapi hal yang serupa hadits tersebut dengan redaksi lafadz lainnya yaitu kitabullah wa itrati yang akan kita buktikan kesahihannya …
Bersambung…
zen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: