Makna Maula dalam Hadits Ghadir

Maula مولى dalam Lughah

Maula مولى Musytaq dari waw- lam- ya dalam wazn Maf’al مفعلkadang bisa bermakna Af’alافعل kadang bermakna Fa’il فعيل
1.Maula bermakna Af’al
Walaupun demikian Alusi menolak Maula dengan makna Af’al – yang dimana ketika wazn Af’al disandingkan dengan nabi dan Ali maka maknanya adalah Yang lebih utama dalam hak tasarruf -karena menuduh hal tersebut adalah dalil dari orang syiah saja :
ووجه استدلال الشيعة بخبر «من كنت مولاه فعلى مولاه» أن المولى بمعنى الأولى بالتصرف ، وأولوية التصرف عين الامامة ولايخفى أن أول الغلط فى هذا الاستدلال جعلهم المولى بمعنى الأولى وقد أنكر ذلك أهل العربية قاطبة بل قالوا : لم يجىء مفعل بمعنى أفعل أصلا ولم يجوز ذلك إلا أبو زيد اللغوى متمسكا بقول أبى عبيدة فى تفسير قوله تعالى : هى مولاكم أى أولى بكم
Cara pandang Syiah berdalil dengan khabar (man kuntu maula fa’aliyyun maula), sesungguhnya maula bermakna alaula (yang paling utama) dengan hak tasarruf (hak atas jiwa kaum mukmin) . dan Awwaliah at-tasarruf sebagai makna Imamah , dan hal tersebut merupakan suatu kesalahan …….tidak ada Maf’al bermakna Af’al , dan tidak boleh hal demikian tersebut kecuali Abu Zaid Allughawi yang berpegang pada pernyataan Abi Ubaidah dalam tafsir firman Tuhan : hia maulakum atau aula bikum
Akan tetapi Alusi telah lupa bahwa Maf’al bermakna Af’al banyak ditemukan di dalam kitab2 lughat, tafsir, dan hadits, bahkan ahli lughah ahli tafsir, dan ahli hadits pun banyak yang mengartikan demikian dan hal ini bukanlah pernyataan syiah saja. Jadi tuduhan bahwa dalil tersebut berasal dari syiah bathil adanya.
Pandangan Ahli Lughah :
1. Alkalbi, Muhammad ibn As-Saib (wafat 207)
Beliau adalah ulama lughah arab abad ke dua yang menyatakan secara jelas bahwa Maula bermakna Awwaliu.
Didalam surat Alhadid :15
هِيَ مَوْلاكُمْ وَ بِئْسَ الْمَصيرُ
Neraka itu pengayommu, dan tempat terburuk kembali
a. Fakhrurrazi mengatakan dalam (Tafsir Kabir ,29/198) yang mengartikan maulakum beliau menuliskan pendapat Al-Kalbi :
قال الكلبي : يعني أولى بكم ، وهو قول الزجاج والفراء وأبي عبيدة
Berkata Al-Kalbi : (maula) yakni aula bikum ( meliputimu, pengayommu), dan pernyataan Azujaj, dan Alfara, serta abi ubaidah juga demikian.
b. Baghawi dan Abu Hayan Andalusi mengatakan (Tafsir albaghawi: 2/299) :
Alkalbi mengatakan : (hua Maulana)
وقال الكلبي هو أولى بنا من أنفسنا في الموت والحياة
Maulana bermakna dia Aula dari jiwa  dalam kematian serta kehidupan kita
2. Alfara ( wafat 210)
Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa alfara pun menyatakan Maula bermakna Aula…
3. Abi Ubaidah ( Wafat 210)
Selain daripada Fahrazi mengatakan demikian Abu Ubaidah dalam kitb Majaz Quran 1/122 mengatakan :
هِيَ مَوْلاَكُمْ أولى بكم
.Neraka itu Maula dan yang meliputi dan pengayommu
4. Az- Zujaj (Abu Ishaq) (wafat 311)
Telah disebutkan diatas oleh Fakhrurrazi mengenai Maula bermakna Aula
5. Abu Bakar Al-Anbari (Wafat 328)
Beliau berkata (Az-zahir fi ma’ani kalimat an-nas: 1/125) :
ويكون المولى : الأولى . قال الله عز وجل : «النارُ هي مولاكُمْ» معناه : هي أولى بكم :
Al-Maula : yakni Al-aula, Allah berfirman : Neraka dia adalah maula (tempat berlindung) kamu : Dia Aula (menguasai) bagimu
6. Abu Alqasim Shahib ibn ‘bad At-Thaliqani (wafat 385)
Dalam bukunya Almuhith fillughah :10/380
وتكونُ بمَعْنى الأُوْلى ؛ كقَوْلِه عَزَّ ذِكْرُه : «هِيَ مَوْلاَكُم» أي هيَ أَوْلى بكم
Dan Maula memiliki makna Al-Aula , seperti halnya Firman Tuhan Neraka dia adalah maula (tempat berlindung) kamu : Dia Aula (menguasai) bagimu
7. Ad-Daqiqi An-Nahwi ( wafat 614)
Di dalam Ittifaq almabani wa iftiraq alma’ani : 1/138
وقال تعالى : «مأواكم النار هي مولاكم» أي أولى بكم
8. Ibn Mandzur Al-afriqi (wafat 711)
Lisanul ‘arab :1/410
وأما قول لبيد : فعدت كلا الفرجين تحسب أنه مولى المخافة خلفها وأمامها فيريد أنه أولى موضع أن تكون فيه الحرب
Pernyataan Labid : diantara dua kelompok yang saling bersitegang dengan mengatakan dia  “maula almukhafah” (yang paling menakutkan) ketika dibelakang dan di belakangnya maksudnya adalah dia itu Aula…
9. Alhusein Az-zabidi ( Wafat 1205)
Dalam Tajul’urus min jawahirilqamus: 40/250
وقول لبيدٍ : فَغَدَتْ كِلا الفَرْجَيْن تَحْسَبُ أنَّه * مَوْلى المَخافةِ خَلْفُها وأَمامُها . فإنَّه أَرادَ أَولى مَوْضِع يكونُ فيه الخَوْف

Maksud dari pembahasan singkap para ahli lughat kita dapat melihat makna yang jelas secara lughat , bahwa maula dapat bermakna aula, begitupun sebaliknya:
النَّبِيُّ أَوْلى‏ بِالْمُؤْمِنينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ
. Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri (alahzab : 6)
Dan
من كنت مولاه فعلي مولاه
Maula disini dengan wazn Af’al berarti lebih utama yang berarti dia lebih utama daripada diri mereka sendiri yakni seluruh yang ingin dan meyakini menjadikan Nabi maulanya harus menjadikan Ali maulanya juga. Sehingga pernyataan Alusi bahwa maula tidak bisa bermakna aula adalah bathil, dan penguasaan tasarruf jiwa orang mukmin dengan kata aula bukanlah atas dasar dalil orang syiah saja tapi atas dasar lughat pun demikian.
Keutamaan ini bukanlah hanya sekedar makna biasa tapi bermakna hak tasarruf, dan tak ada yang bisa memiliki peringkat maula dengan makna aula hak utamanya atas orang-orang mukmin kecuali dia seorang Nabi atau wakilnya (khalifah /imam).

2. Maula (maf’al) bermakna Wali (Fa’il)
Ahli lughat :
1. Alfarra (wafat208) di dalam Ma’ani Alquran 5/11 dan Abu Abbas Mubarrid mengatakan bahwa Wali dan Maula di dalam Lughah memiliki arti yang sama
{ ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ مَوْلَى الَّذِينَ آمَنُواْ وَأَنَّ الْكَافِرِينَ لاَ مَوْلَى لَهُمْ }
وقوله: {ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ مَوْلَى الَّذِينَ آمَنُواْ…}
يريد: وَلِىّ الذين آمنوا، وكذلك هى فى قراءة عبدالله “ذلك بأن الله ولِىّ الذين آمنوا” وهي مثل التى في المائدة في قراءتنا: {إنما وَلِيّكم اللهُ ورسولُه}، ومعناهما واحد.
“Hal itu sesungguhnya Allah maula bagi orang-orang mukmin dan sesungguhnya orang-orang kafir tidak memiliki maulanya”
Dan dalam firmannya : “Hal itu sesungguhnya Allah maula bagi orang-orang mukmin”
Maksudnya : Allah wali bagi orang-orang yang beriman, seperti halnya dalam qira’ah Abdullah “
“Sesungguhnya Allah wali bagi orang-orang yang beriman” dan qiraah tersebut seperti halnya terdapat dalam surat almaidah : Sesungguhnya wali kamu Allah dan rasulnya dan orang-orang yang beriman……” dan makna keduanya (maula dan wali) adalah sama.

2. Tsa’labi di dalam Alkasyf wal bayan dalam surat albaqarah : 286
أنت مولانا ( . أي ناصرنا وحافظنا ووليّنا ووال بنا )
Anda maula kamu ( = penolong, Pembela , pemimpin (wali), dan pelindung)
3. Jauhari dalam as-Shihah di dalam kata “wali”
4. Wahidi di dalam alwasith 2:158
( وليه ) ( يليه ) وليا ولاه والشيء وعليه ولاية ملك أمره وقام به وفلانا وعليه نصره وفلانا أحبه والبلد تسلط عليه فهو وال ( ج ) ولاة والمفعول مولي عليه

5. Tafsir Qurthudbi
di dalam ayat : Allahu waliyulladzi na amanu
قال الخطابى: الولى الناصر ينصر عباده المؤمنين، قال الله عزوجل: (الله ولى الذين آمنوا يخرجهم من الظلمات إلى النور)، وقال: ” ذلك بأن الله مولى الذين آمنوا وأن الكافرين لا مولى لهم
6. Ibnu Atsir di dalam An-Nihayah fi gharib alhadits wal atsar : 5/510
قال الشَّافعي رضي اللَّه عنه : يَعْني بذَلِك وَلاء الإسْلام كقوله تعالى : [ ذلك بأنَّ اللَّهَ مَوْلَى الذين آمَنوا وأنَّ الكافِرين لا مَوْلَى لهم ]
– وقول عمر لعَليّ [ أصْبَحْتَ مَوْلَى كُلِّ مُؤمِن ] أي ولِيَّ كُلِّ مُومن وقيل : سَبب ذلك أنَّ أُسامةَ قال لِعَلِيّ : لَسْتَ مَوْلايَ إنَّما مَوْلاي رسولُ اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم فقال صلى اللَّه عليه وسلم : [ مَن كُنْتُ مَوْلاهُ فَعليٌّ مَوْلاه ]
Dan pernyataan Umar kepada Ali : Anda telah menjadi maula setiap mukmin (= anda telah menjadi wali (pemimpin) seluruh mukmin, sebabnya Umar tidak mengatakan “anda maulaku” karena maulaku adalah rasulullah saww, akan tetapi Rasul (menegaskan) bersabda : “Barang siapa yang menjadikan aku maulanya maka Alipun maulanya”

Hadits Ghadir yang menggunakan lafadz Wali untuk Ali :
1. Riwayat Nasai dari Zaid ibn Arqam di dalam kitab Khashais Amiril mukminin Ali ibn abi thalib , 1/96,79
أخبرنا محمد بن المثنى قال حدثني يحيى بن حماد قال حدثنا أبو عوانة عن سليمان قال حدثنا حبيب بن أبي ثابت عن أبي الطفيل عن زيد بن أرقم قال لما رجع رسول الله صلى الله عليه وسلم عن حجة الوداع ونزل غدير خم أمر بدوحات فقممن ثم قال كأني قد دعيت فأجبت و إني قد تركت فيكم الثقلين أحدهما أكبر من الآخر كتاب الله وعترتي أهل بيتي فأنظروا كيف تخلفوني فيهما فإنهما لن يتفرقا حتى يردا على الحوض ثم قال إن الله مولاي وأنا ولي كل مؤمن ثم أخذ بيد علي فقال من كنت وليه فهذا وليه اللهم وال من والاه وعاد من عاداه فقلت لزيد سمعته من رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال ما كان في الدوحات أحد إلا رآه بعينيه وسمعه بأذنيه .

Berkata kepada kami Muhamad ibn almatsna …dari Zaid ibn Arwam, berkata ketika kembali rasulullah saww dari Haji Alwada, dan sampai di Ghadir khum, dan menunjukkan pada beberapa pohon dan mendekatinya, kemudian bersabda : Hari-hariku sudah akan berakhir dan aku akan menerima panggilannya, aku sudah meninggalkan bagimu Atsaqalain , salah satunya yang lebih besar dari lainnya dan keduanya lebihu utama dari lainnya yaitu Kitabullah dan lainnya Itrati(keturunanku) dari Ahlulbaiku dan bagaimana perilaku kalian (setelahku) terhadap mereka, kedua-duanya (Quran dan ahlulbaitku) tak akan berpisah sampai keduanya bertemu denganku di alhaudh, kemudian bersabda : Sesungguhnya Allah maula dan saya wali seluruh mukminin, kemudian (beliau) memegang lengan Ali dan bersabda :”Barang siapa yang menjadikan aku walinya maka ini (Ali) wali nya juga , Ya Allah lindungilah orang yang melindunginya dan musuhilah orang yang memusuhinya ……..

Hakim Nisaburi di dalam Mustadrak ala shahihain :3/118 mengatakan hadits tersebut Shahih
Ibnu Katsir mengatakan dalam Albidayah wannihayah 5/209
قال شيخنا أبو عبد الله الذهبي وهذا حديث صحيح
(berkata ustadz kamu Abu Abdillah Adzahabi , hadist tersebut shahih)

2. Albazar dari sa’id ibn Abi waqash (Albahr az-zukhar 4/41)
حدثنا هلال بن بشر قال نا محمد بن خالد بن عثمة قال نا موسى بن يعقوب قال نا مهاجر بن مسمار عن عائشة بنت سعد عن أبيها أن رسول الله أخذ بيد علي فقال ( ألست أولى بالمؤمنين من أنفسهم؟ من كنت وليه فإن عليا وليه( .
Berbicara pada kami Hallal ibn Basyar…dari Aisyah binti sa’ad dari bapaknya, sesungguhnya rasulullah saww mengambil tangan Ali dan bersabda :
“Bukankah aku ini aula atas orang2 Mukmini dari diri mereka sendiri ? Barang siapa yang menjadikan aku walinya maka Ali adalah wali nya juga

Haitsami setelah menaql riwayat ini mengatakan : رواه البزار ورجاله ثقات
(Albazar yang meriwayatkannya dan Rijal nya Tsiqat) (Majma’ Zawaid wa manba’ alfawaid 9:107)

3. Ibnu Majah dari Bara ibn Azib (sunan ibn Majah 1/43,116)
حدثنا عَلِيُّ بن مُحَمَّدٍ ثنا أبو الْحُسَيْنِ أخبرني حَمَّادُ بن سَلَمَةَ عن عَلِيِّ بن زَيْدِ بن جُدْعَانَ عن عَدِيِّ بن ثَابِتٍ عن الْبَرَاءِ بن عَازِبٍ قال أَقْبَلْنَا مع رسول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم في حَجَّتِهِ التي حَجَّ فَنَزَلَ في بَعْضِ الطَّرِيقِ فَأَمَرَ الصَّلَاةَ جَامِعَةً فَأَخَذَ بِيَدِ عَلِيٍّ فقال أَلَسْتُ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ من أَنْفُسِهِمْ قالوا بَلَى قال أَلَسْتُ أَوْلَى بِكُلِّ مُؤْمِنٍ من نَفْسِهِ قالوا بَلَى قال فَهَذَا وَلِيُّ من أنا مَوْلَاهُ اللهم وَالِ من وَالَاهُ اللهم عَادِ من عَادَاهُ .
….dari Albara ibn Azib berkata ketika aku bersama rasulullah saww di Hajinya (wada) dimana kita berhenti di jalan , dan memerintahkan untuk shalat jama;ah, dan mengambil tangan Ali , serta bersabda:
“Bukankah aku ini aula atas orang mukminin dari diri mereka sendiri, berkata mereka benar (anda aula) ,Bukankah aku ini aula atas seluruh Mukmin dari dirinya sendiri, mereka berkata :benar, maka inilah (Ali) wali bagi siapa yang menjadikan aku maulanya , Ya Allah lindungilah orang yang melindunginya dan musuhilah orang yang memusuhinya.
Albani setelah menaql hadits ini mengatakan : Hadits ini sahih (Sahih ibn Majah 1/26,113)

Zen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: